Lezatnya 5 Kuliner Khas Pemalang Ini Akan Manjakan Perut Laparmu

Pemalang mempunyai banyak wisata menarik yang siap membuat liburanmu menjadi berkesan. Tak hanya wisata, kuliner khasnya juga patut kamu coba. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan laut Jawa ini mempunyai beberapa kuliner khas yang akan memanjakan perutmu, seperti lontong dekem dan nasi grombyang. Tak hanya itu, ada juga sate loso, kamir dan apem comal yang juga wajib kamu coba saat berkunjung kesana. Yuk intip ulasannya biar kamu makin tergoda.

1. Nasi Grombyang
Nasi campur khas Pemalang ini konon sudah ada sejak tahun 1900an. Nasi grombyang terdiri dari nasi, irisan daging kerbau dan juga kuah. Nama grombyang sendiri disematkan karena pada saat disajikan, kuah lebih banyak daripada isinya sehingga nampak bergoyang-goyang atau dalam Bahasa Jawa disebut grombyang-grombyang. Nasi grombyang ini disajikan dalam mangkuk kecil dengan pelengkap sate kerbau agar lebih lezat.

nasi-grombyang-702x336

Ciri khas lain yang bisa kamu jumpai adalah tempat jualan dengan menggunakan kuali besar, kain merah untuk menutupi tempat nasi dan juga penerangan dengan lampu templok sehingga menghasilkan efek remang-remang. Selain itu pengunjung dipersilahkan duduk pada kursi kecil pendek atau dingklik. Kamu yang ingin mencicipi nasi grombyang, kamu bisa menemukan penjualnya di jalan R.E Martadinata atau dekat alun-alun.

2. Lontong Dekem
Mencari makanan saat sore atau malam hari di Pemalang, kamu bisa mencoba yang satu ini. Lontong dekem, makanan yang cocok disantap sore atau malam hari ini mengandung rempah-rempah yang bisa menghangatkan badanmu. Lontong dekem ini berisi lontong yang disiram kuah santan berwarna kuning seperti gulai, ditaburi serundeng kelapa dan bawang goreng, sebagai pelengkap ada kerupuk dan juga sate. Tanpa sate ayam, lontong dekem tak spesial. Sate ini biasanya disajikan dengan dua pilihan yaitu sate goreng dan sate kuah. Kerupuknya juga menggunakan kerupuk mi khas pantura. Lontong dekem juga diberi campuran daging bebek.

lontong-dekem-1

 

Rasa yang dipadukan dalam lontong dekem ini cenderung pedas karena adanya sereh dalam bumbunya. Nama dekem sendiri karena cara pengolahannya sebelum disajikan lontong disiram dengan kuah santan lalu ditumpahkan lagi kemudian disiram lagi lalu ditumpahkan lagi begitu seterusnya hingga beberapa kali siraman sehingga lontong menjadi terendam. Terendam dalam bahasa Pemalang adalah dekem.

3. Sate Loso
Untuk kamu yang penggemar sate, wajib mencoba kuliner yang satu ini. Berbeda dengan sate kambing, ayam, kelici dan sate pada umumnya, sate loso terbuat dari daging kerbau yang rendah kolestrol. Cita rasa manis, gurih, pedas, asam, dan daging terasa wangi berpadu menjadi satu dan siap memanjakan perut laparmu. Yang unik dari sate satu ini, sebelum dibakar sate dibacem terlebih dahulu. Sambel kacangnya pun terasa jauh lebih lembut daripada sambel kacang pada umumnya.

sate-loso

Nama loso ini diambil dari pencetusnya yang asli dari Pemalang, Mbah Loso. Kalau kamu ingin mencicipi sate loso kamu bisa menemukannya di Jalan Uripsumoharjo, samping rel kereta api.

4. Kamir
Kuliner khas yang satu ini asalnya dari Arab, atau suku Arab di Kelurahan Mulyoharjo. Mungkin terlihat mirip seperti apem ataupun serabi. Tapi kamir berbeda, bentuknya bulat, pipih berwarna coklat dan juga lebih bantet dengan ukuran yang bervariasi. Dengan menggunakan adonan terigu, mentega dan juga telur, adonan kue ini terkadang juga ditambahkan pisang ambon atau tape. Kue kamir tersedia dalam dua pilihan, kue kamir terigu dan juga kue kamir beras.

khamir-1024x538

Nama kamir sendiri berasal dari kata Khamir dalam bahasa Arab yang berati ragi. Dalam proses pembuatannya, sebelum dimasak kue kamir ini didiamkan semalaman agar mengembang sempurna dan juga terjadi proses fermentasi. Kalau kamu penasaran ingin mencicipinya, datang saja kios-kios atau toko roti disepanjang Jalan A. Yani. Atau bisa juga datangi pembuatnya langsung di Kelurahan Mulyoharjo.

5. Apem Comal
Kamu suka yang manis-manis? Apem comal bisa kamu jadikan pilihan. Jajanan lezat satu ini memang cukup dikenal sebagai makanan khas Pemalang. Bentuknya bulat berwarna coklat tua dan menempel pada daun pisang. Apem comal ini terbuat dari tepung beras dan gula merah. Warna coklat tua yang menggiurkan itu tentu saja berasal dari gula merah. Cara pembuatannya masih tradisional sehingga cita rasa apem ini tak berubah dan masih terjaga hingga kini. Jangan khawatir, rasa manisnya tak membuat eneg. Rasa manis legit yang pas dengan tekstur layaknya kue basah yang lezat dijamin akan memanjakan lidah kulinermu.

apem-comal-1024x797

Masalah harga sih jangan ditanya, dengan uang Rp 1.000 hingga Rp 2.000 kamu bisa mendapatkan sebuah apem comal. Temukan saja di Pasar Comal atau toko-toko kue di Kota Pemalang.

Sekian banyak kekayaan kuliner Kabupaten Pemalang, 5 kuliner wajib diatas tak boleh kamu lewatkan sama sekali, atau mungkin kamu akan menyesal jika tak mencicipinya selagi disana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s